NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Jumat, Januari 23, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Mahasiswa Korban Pemukulan Aparat Saat Demonstrasi Tolak RUU TNI di Semarang

Salma Hasna by Salma Hasna
21 Maret 2025
in Beranda, Berita
0
Mahasiswa Korban Pemukulan Aparat Saat Demonstrasi Tolak RUU TNI di Semarang
0
SHARES
21
VIEWS

JAKARTA – Seorang mahasiswa diduga mengalami tindakan kekerasan oleh aparat keamanan saat mengikuti demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) di depan kompleks Kantor Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis, 20 Maret 2025.

Mahasiswa berinisial L tersebut mengaku dipukul setelah mengingatkan aparat untuk tidak bertindak represif terhadap peserta aksi. Namun, peringatan itu justru berujung pada tindak kekerasan yang dialaminya.

“Dipukul di kepala dan kaki,” ujar Dosen Soegijapranata Catholic University, Hotmauli Sidabalok.

Akibat pemukulan itu, L tersungkur dan kemudian ditangkap oleh aparat. Ia dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang sebelum akhirnya dibebaskan pada pukul 21.00 WIB. Pembebasan tersebut dilakukan setelah adanya pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang serta dosen dari Soegijapranata Catholic University.

Usai dibebaskan, L langsung dibawa ke Rumah Sakit Kariadi untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum guna mendokumentasikan luka-luka yang dideritanya.

“Dibawa ke Kariadi untuk divisum,” kata Hotmauli.

Dalam proses pemeriksaannya di kantor polisi, L mengaku sempat diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi aksi kekerasan. Namun, ia menolak karena merasa tidak melakukan tindakan kekerasan.

“Dia tidak melakukan kekerasan, justru dia yang menjadi korban,” tambah Hotmauli.

Selain L, tiga orang lainnya juga diamankan oleh aparat, yakni seorang mahasiswa dari Universitas Islam Sultan Agung, sopir mobil komando, dan operator sound system. Ketiganya dibebaskan pada pukul 21.15 WIB.

Baca Juga : Kericuhan Warnai Aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kusumanegara Yogyakarta

Previous Post

Tiga Poin Revisi UU TNI yang Disahkan DPR RI

Next Post

Portugal Lumat Denmark 5-2, Lolos ke Semifinal UEFA Nations League 2025

Next Post
Portugal Lumat Denmark 5-2, Lolos ke Semifinal UEFA Nations League 2025

Portugal Lumat Denmark 5-2, Lolos ke Semifinal UEFA Nations League 2025

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Polsek Abepura Giat Vaksinasi Presisi untuk Sukseskan PON XX Papua

Polsek Abepura Giat Vaksinasi Presisi untuk Sukseskan PON XX Papua

21 September 2021
5 Fakta Marshanda Dikabarkan Hilang di Amerika Kini Ditemukan di Jalan Sepi

5 Fakta Marshanda Dikabarkan Hilang di Amerika Kini Ditemukan di Jalan Sepi

28 Juni 2022
Terminal Tipe A Terbesar di RI Jadi Sorotan, Dirjen Hubdat Tinjau Langsung Giwangan

Terminal Tipe A Terbesar di RI Jadi Sorotan, Dirjen Hubdat Tinjau Langsung Giwangan

14 Oktober 2025

Berita Lainnya

Kapolda Sulsel Lepas 10.000 Paket Bansos untuk masyarakat terdampak PPKM Mikro

Kapolda Sulsel Lepas 10.000 Paket Bansos untuk masyarakat terdampak PPKM Mikro

19 Juli 2021

Laga Final Piala Asia U-23 2024 Jepang vs Uzbekistan

3 Mei 2024

Modernisasi Patroli: Korlantas Kenalkan ‘Silancar’, Aplikasi Baru yang ‘Ramah Pengguna’

11 Desember 2025

Antisipasi Bencal, Polsek Kesesi Tingkatkan Patroli Blue Light

14 November 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz