NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Berita

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

Salma Hasna by Salma Hasna
12 Januari 2026
in Berita, Entertainment
0
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

0
SHARES
15
VIEWS

JAKARTA – Keberanian aktris Aurelie Moeremans mengungkap luka lama melalui buku ‘Broken Strings’ telah memicu gerakan kesadaran nasional mengenai bahaya laten child grooming. Melalui memoar tersebut, Aurelie membagikan bagaimana dirinya menjadi korban di usia yang sangat belia, yakni 15 tahun, sebuah masa di mana pelakunya menggunakan pendekatan yang sangat halus untuk masuk ke dalam kehidupan pribadinya.

Fenomena ini menyadarkan banyak pihak bahwa grooming bukan sekadar perkenalan, melainkan skenario terstruktur untuk mengeksploitasi anak. Psikolog klinis Arnold Lukito menjelaskan bahwa esensi dari grooming adalah adanya interaksi dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan membangun kontrol terhadap korban.

“Proses grooming ini kita spesifik mengacu kalau ada sebuah periode waktu di mana ada interaksi, ini bisa orang yang dikenal, bisa orang yang tidak dikenal. Lalu ada proses manipulasi misalnya dengan memberikan hadiah atau ajak jalan-jalan seperti itu, lama-lama kan mulai ada kontrol,” jelas Arnold.

Pola Perilaku yang Harus Diwaspadai

Berdasarkan literatur perlindungan anak dari NSPCC dan Raising Children Network, terdapat pola-pola konsisten yang sering digunakan oleh para pelaku child grooming untuk menjerat korbannya:

  1. Pemberian Privilese Khusus: Pelaku membuat anak merasa paling diperhatikan dibandingkan teman sebaya lainnya melalui pujian atau hadiah mewah.
  2. Hasutan untuk Tidak Percaya Orang Tua: Pelaku perlahan-lahan mengisolasi anak dengan cara menanamkan keraguan terhadap kasih sayang keluarga agar anak hanya bergantung pada pelaku.
  3. Eksperimen Batasan Fisik: Pelaku secara bertahap meningkatkan kontak fisik dari yang semula dianggap wajar menjadi tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
  4. Doktrin Rahasia: Penggunaan kalimat “Ini rahasia kita saja ya” adalah taktik utama untuk mencegah anak melapor dan menciptakan loyalitas semu.
  5. Kontrol melalui Materi: Penggunaan uang atau barang elektronik sebagai alat utang budi sehingga anak merasa takut atau merasa bersalah jika menolak permintaan pelaku.

Dampak Traumatis yang Berkepanjangan

Senada dengan Arnold, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi memperingatkan bahwa efek dari manipulasi ini sangat merusak perkembangan mental. Trauma tersebut seringkali bersifat laten, di mana korban baru menyadari dan merasakan dampaknya setelah memasuki usia dewasa.

“Anak dapat mengalami kebingungan, hingga trauma yang mungkin baru mulai muncul ketika sudah dewasa,” papar Sari.

Kisah dalam ‘Broken Strings’ adalah pengingat bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak adalah benteng pertahanan utama. Anak perlu diajarkan mengenai otoritas atas tubuhnya sendiri sejak dini.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menyediakan kanal bantuan SAPA 129. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan kecurigaan atau kasus kekerasan seksual melalui hotline 129 atau WhatsApp di nomor 081111129129. Kesadaran kolektif adalah kunci agar tidak ada lagi “Strings” atau senar-senar masa depan anak bangsa yang harus patah akibat ulah predator.

Previous Post

Komika Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Terkait Konten Mens Rea

Next Post

Kakorlantas Jelaskan Inovasi E-TLE Drone dalam Pengawasan Lalu Lintas Nasional

Next Post
Kakorlantas Polri

Kakorlantas Jelaskan Inovasi E-TLE Drone dalam Pengawasan Lalu Lintas Nasional

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Pengakuan Baim Cilik: Harta Habis, Kini Berjuang Sendiri

Pengakuan Baim Cilik: Harta Habis, Kini Berjuang Sendiri

19 September 2024
Operasi Zebra 2025

Korlantas Polri Gelar Operasi Zebra 2025 Serentak 17-30 November: Incar Penurunan Fatalitas Kecelakaan

17 November 2025
Kapolri Minta Kampung Tangguh Narkoba Diciptakan

Kapolri Minta Kampung Tangguh Narkoba Diciptakan

15 Juni 2021

Berita Lainnya

Inspiratif! Happy Salma Sukses Perankan Inggit Garnasih Istri Kedua Soekarno

Inspiratif! Happy Salma Sukses Perankan Inggit Garnasih Istri Kedua Soekarno

20 Mei 2022

Dinas Perhubungan DKI Jakarta Mengumumkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Kunjungan Paus Fransiskus

2 September 2024

6 Potret Mamie Fares, Artis TikTok yang Disebut Mirip Mendiang Julia Perez

5 Januari 2021

Korlantas Terapkan ETLE Drone Patrol Presisi untuk Tingkatkan Pengawasan Pelanggaran Helm di Cibubur

31 Januari 2026
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz