JAKARTA – Media sosial saat ini tengah dihebohkan oleh dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini menyeret nama seorang kreator konten sekaligus pengusaha berinisial M. Kabar tersebut mulai mencuat setelah sebuah utas viral di akun X @aarummanis. Unggahan tersebut dibagikan pada Minggu, 8 Februari 2026. Pemilik akun bernama Saa membeberkan kronologi peristiwa yang menimpanya secara rinci.
Peristiwa bermula saat Saa menerima pekerjaan sebagai talenta untuk merek lokal milik M. Namun situasi berubah menjadi tidak kondusif setelah sesi pemotretan selesai. Saa mengaku dibawa kembali ke lokasi dan ditinggalkan berdua bersama pelaku. Menurut penuturannya pelaku mulai melakukan tindakan yang tidak senonoh. Meskipun sudah menolak namun pelaku tetap bersikap sangat agresif kepada korban.
Trauma Korban Dan Dukungan Publik
Saa terpaksa bersikap kooperatif saat itu demi menyelamatkan dirinya sendiri. Kejadian tersebut meninggalkan trauma yang sangat mendalam bagi dirinya. Hal ini terasa semakin berat karena ia mengetahui bahwa pelaku sudah berkeluarga. Setelah unggahan itu viral banyak pengguna media sosial memberikan dukungan moral. Publik mengecam keras tindakan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pengusaha tersebut.
Hingga saat ini setidaknya ada tiga orang lain yang menghubungi korban. Mereka mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan pelaku yang sama. Hal ini memperkuat dugaan adanya pola kejahatan seksual yang berulang. Pengguna X lainnya juga terus mengawal kasus ini agar segera mendapat keadilan. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir melalui tagar di media sosial sejak Minggu, 8 Februari 2026.
Warganet Soroti Identitas Pelaku
Meskipun nama pelaku tidak disebut secara jelas namun warganet mulai bergerak. Mereka mengarahkan dugaan pada sosok tertentu berdasarkan sejumlah bukti digital yang beredar. Identitas yang paling banyak disebut oleh warganet adalah sosok Mohan Hazian. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran identitas tersebut. Publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak terkait atau kepolisian.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang keamanan di lingkungan kerja kreatif. Banyak pihak berharap agar ada tindakan tegas terhadap pelaku pelecehan seksual. Perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini. Selain itu keterbukaan informasi juga sangat diperlukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Semoga proses hukum dapat berjalan dengan adil dan transparan bagi semua pihak.





