JAKARTA — Pelaksanaan mudik Lebaran 2026 secara resmi mendapatkan apresiasi tinggi dari Komisi V DPR RI. Dalam rapat kerja evaluasi yang digelar bersama Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian PU, BMKG, hingga Basarnas, DPR menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional di tengah mobilitas yang sangat tinggi.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa penurunan angka kecelakaan hingga 6,31 persen (menjadi 3.517 kasus) merupakan indikator nyata dari koordinasi lintas sektor yang semakin matang. “Sinergi yang dibangun selama Operasi Ketupat 2026 terbukti memberikan dampak signifikan bagi keselamatan masyarakat,” ujar Lasarus dalam rapat tersebut.
Data menunjukkan bahwa meskipun pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang, langkah-langkah mitigasi risiko yang diambil berhasil menjaga kelancaran arus. DPR secara khusus memberikan penghargaan kepada para petugas di lapangan—mulai dari Polri hingga Basarnas—yang merelakan momen hari raya demi memastikan keamanan warga.
Lasarus memuji kepemimpinan Kakorlantas Polri dalam mengelola rekayasa lalu lintas yang dinilai sangat taktis. “Strategi pengaturan lalin yang diterapkan efektif mengurangi potensi kemacetan parah dan kecelakaan fatal. Ini adalah hasil kerja kolektif yang terintegrasi,” tambahnya.
Meskipun memberikan rapor hijau, DPR mengingatkan agar capaian ini dijadikan bahan evaluasi untuk menghadapi tantangan mobilitas yang akan terus berkembang. Penggunaan teknologi dan penguatan sistem pengawasan harus tetap menjadi prioritas strategis di masa mendatang.
Keberhasilan mudik 2026 menjadi bukti bahwa ketika kementerian dan lembaga negara bekerja dalam satu harmoni, keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat diwujudkan secara maksimal. Hasil positif ini diharapkan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan mudik di tahun-tahun berikutnya.




