JAKARTA – Tren penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2026 ini, populasi mobil listrik naik hingga 40 persen. Pemerintah memberikan banyak insentif bagi warga yang membeli mobil listrik. Contohnya adalah pembebasan pajak kendaraan dan parkir gratis di Jakarta. Banyak produsen otomotif dunia kini membangun pabrik di Indonesia. Hal ini karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar. Nikel adalah bahan baku utama untuk membuat baterai kendaraan listrik.
Pembangunan infrastruktur pengisian daya juga terus dipercepat oleh PLN. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tersedia di jalan tol. Masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat menempuh perjalanan jauh. Selain mobil, tren motor listrik juga mulai menjamur di kota besar. Motor listrik dianggap lebih hemat biaya operasional bagi pengemudi ojek. Lingkungan perkotaan kini menjadi lebih bersih dan minim polusi suara. Udara Jakarta pun perlahan mulai membaik berkat pengurangan emisi karbon.
Komunitas pengguna kendaraan listrik sering mengadakan pertemuan rutin setiap bulan. Mereka berbagi tips mengenai perawatan baterai agar tetap awet. Banyak pengusaha muda kini mulai melirik bisnis penyewaan alat pengisi daya. Inovasi teknologi baterai terus berkembang untuk mencapai jarak tempuh terjauh. Indonesia diprediksi akan menjadi pusat ekosistem kendaraan listrik di Asia Tenggara. Pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke energi yang lebih hijau. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.
“Indonesia memiliki semua syarat untuk memimpin pasar kendaraan listrik dunia,” tegas Menteri Perindustrian.





