Jakarta – Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026, bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang digagas oleh Polri, menerima sambutan positif dari masyarakat. Hingga kini, sebanyak 32.721 peserta telah terdaftar dan siap diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Program ini merupakan realisasi dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan semboyan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa kegiatan yang dipersiapkan bersama Polda Metro Jaya dan Direktorat Lalu Lintas jajaran Polda bertujuan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
Irjen Agus menjelaskan, mudik gratis ini juga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan selama arus balik Lebaran 2026, serta mengurangi penggunaan sepeda motor dan kendaraan pribadi yang berpotensi memicu kepadatan di jalur arus balik.
“Program Mudik Balik Gratis Presisi 2026 kami siapkan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta menekan angka kecelakaan pada arus balik Lebaran,” ungkap Irjen Agus dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Menurut laporan resmi Posko Operasi Ketupat 2026, berbagai armada telah disiapkan oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia untuk melayani para pemudik, antara lain:
- Polda Jawa Tengah: 13.040 peserta dengan 326 unit bus.
- Polda Sumatera Barat: 12.000 peserta dalam dua tahap dengan 250 bus.
- Polda Metro Jaya: 2.500 peserta dengan 60 bus.
- Polda Sulawesi Selatan: 1.000 peserta dengan 35 bus.
- Polda Sumatera Selatan dan Polda Aceh masing-masing 941 dan 938 peserta dengan 27 bus serta 14 bus dan 29 Hiace.
- Polda Bali: 700 peserta dengan 20 bus.
- Polda Kalimantan Selatan: 617 peserta dengan 14 bus.
- Polda Jawa Timur: 207 peserta dengan 1 unit kapal motor penumpang (KMP) yang juga mengangkut 81 kendaraan roda dua.
- Selain itu, Polda Jambi, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, dan Bengkulu turut memberangkatkan ribuan pemudik menggunakan bus yang telah lolos verifikasi kelayakan.
Total armada yang digunakan mencapai 663 unit bus, 29 unit Hiace, dan 1 unit KMP. Kakorlantas menekankan bahwa program ini menyasar pekerja sektor nonformal, buruh, perantau berpenghasilan rendah, pengemudi ojek online, serta mahasiswa. Setiap armada bus diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang untuk memastikan kenyamanan perjalanan.
Para peserta diwajibkan hadir minimal tiga jam sebelum keberangkatan untuk proses registrasi ulang, pemeriksaan identitas, dan briefing keselamatan agar semua rangkaian kegiatan berjalan tertib sesuai standar prosedur operasi.
Moda transportasi yang digunakan adalah bus dengan rute difokuskan pada jalur prioritas arus balik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing Polda.
Irjen Agus menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.
“Melalui program ini diharapkan perjalanan arus balik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat kembali ke tempat aktivitas dengan selamat,” tutupnya.
Korps Lalu Lintas Polri bersama Polda Metro Jaya dan Direktorat Lalu Lintas jajaran terus mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik selama Lebaran melalui program Mudik Gratis Polri Presisi 2026.





