JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pengamanan Lebaran 2026 difokuskan pada tiga aspek utama, yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memastikan kelancaran aktivitas malam takbiran, serta menjamin pelaksanaan salat Id berlangsung aman dan tertib. Penegasan ini disampaikan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang mencakup pengamanan secara menyeluruh di berbagai titik strategis.
Memasuki momentum Lebaran, Korlantas Polri tidak hanya berfokus pada pengelolaan arus mudik dan arus balik, tetapi juga memperkuat pengamanan pada kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan keramaian. Aktivitas malam takbiran menjadi salah satu perhatian utama karena melibatkan mobilitas tinggi dan konsentrasi massa di berbagai wilayah.
Korlantas bersama jajaran Polri telah mengerahkan personel di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Pengamanan dilakukan secara terpadu melalui patroli di jalur utama, pusat keramaian, serta kawasan permukiman guna mencegah konvoi liar dan aktivitas yang berpotensi mengganggu masyarakat.
“Pengamanan ini tidak hanya soal lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” tegas Kakorlantas.
Selain malam takbiran, pengamanan juga difokuskan pada pelaksanaan salat Id yang digelar pada Jumat, 20 Maret 2026, dan Sabtu, 21 Maret 2026. Polri memastikan seluruh lokasi ibadah, baik di masjid maupun lapangan terbuka, mendapatkan pengamanan maksimal untuk menjamin kekhusyukan dan kenyamanan jamaah.
Pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi salat Id juga dilakukan secara situasional untuk mencegah kepadatan kendaraan. Personel ditempatkan di titik-titik akses masuk dan keluar guna memastikan pergerakan masyarakat tetap lancar dan terkendali.
Dalam skema Operasi Ketupat 2026, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kegiatan ibadah, tetapi juga diperluas ke kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung menjelang arus balik Lebaran. Sejumlah destinasi wisata menjadi titik perhatian guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga keselamatan pengunjung.
Setiap lokasi pengamanan didukung oleh satuan tugas khusus yang bertugas melakukan pemantauan, pengaturan, serta pengamanan secara langsung di lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk memastikan situasi tetap kondusif selama periode Lebaran.
Pemantauan situasi dilakukan secara intensif dan real-time melalui sistem pengawasan terpadu yang terhubung dengan posko-posko pengamanan di berbagai wilayah. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat dalam menghadapi dinamika di lapangan.
Kakorlantas menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Lebaran tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari terciptanya rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan tradisi dan ibadah.
“Keberhasilan kami adalah ketika masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman, tertib, dan penuh kenyamanan,” pungkasnya.
Dengan sinergi Polri dan seluruh pemangku kepentingan, pengamanan Lebaran 2026 diharapkan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menikmati momen hari raya dengan tenang tanpa gangguan berarti.




