NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Minggu, Maret 22, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Kakorlantas Pastikan Lalu Lintas Lebaran Kondusif, One Way Arus Balik Siap Diterapkan

Dian Purwanto by Dian Purwanto
21 Maret 2026
in Beranda
0
Korlantas Pastikan Keamanan dan Kelancaran Mudik 2026 Tetap Terjaga
0
SHARES
4
VIEWS

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah secara umum berada dalam situasi yang terkendali. Baik jalur tol maupun jalan arteri terpantau masih dapat dikelola dengan baik meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik.

Dalam keterangannya, Kakorlantas terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat. Ia kemudian menjelaskan bahwa dinamika lalu lintas pada hari H Lebaran masih dalam batas wajar dan dapat diantisipasi secara optimal oleh petugas di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi lonjakan kendaraan pada pukul 11.00 WIB di ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya pada segmen KM 57 hingga KM 70. Kondisi tersebut segera direspons dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow guna menjaga kelancaran arus menuju jalur Trans Jawa.

Menurutnya, langkah tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan sehingga arus kendaraan tetap bergerak. Ia menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan secara cepat dan responsif berdasarkan kondisi lapangan.

Selain itu, Kakorlantas juga memaparkan distribusi kendaraan selama arus mudik. Sekitar 66 persen kendaraan tercatat bergerak menuju jalur Trans Jawa, sementara sekitar 33 persen lainnya mengarah ke wilayah Jawa Barat. Data ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pengelolaan arus balik yang diperkirakan akan mengalami lonjakan serupa.

Untuk wilayah Jawa Barat, ia menyoroti pentingnya keberadaan jalur alternatif seperti Tol Japek II Selatan. Jalur ini dinilai mampu menjadi solusi strategis dalam mengurangi beban kepadatan, bahkan telah melalui tahap uji coba dan akan difungsikan secara maksimal saat puncak arus balik.

Sementara itu, pengelolaan lalu lintas di jalur Trans Jawa akan dilakukan dengan pengawasan yang lebih intensif. Hal ini mengingat tingginya jumlah kendaraan yang melintas di koridor tersebut selama periode Lebaran.

Kakorlantas juga mengingatkan adanya potensi peningkatan mobilitas masyarakat dalam skala aglomerasi atau pergerakan jarak dekat antarwilayah. Aktivitas ini diprediksi meningkat pasca-Lebaran, terutama di kawasan Jabodetabek, Solo Raya, Semarang, hingga wilayah Jawa Timur dan Bali.

Menurutnya, aglomerasi berpotensi menimbulkan kepadatan di berbagai titik, termasuk kawasan wisata. Oleh karena itu, seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

Pengamanan juga difokuskan pada destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan. Pengelolaan lalu lintas di kawasan ini meliputi pengaturan arus kendaraan, penyediaan kantong parkir, hingga penertiban parkir liar yang dapat menghambat kelancaran.

Di sisi lain, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran dilaporkan tetap kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Dari aspek keselamatan, terjadi tren positif yang cukup signifikan. Data menunjukkan bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 27 persen. Sementara jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sekitar 3,5 persen.

Capaian tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang telah dilakukan. Kakorlantas menegaskan bahwa tren positif ini akan terus dipertahankan hingga periode arus balik.

Terkait arus balik, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way. Rencananya, pada 23 Maret akan dilakukan pengelolaan awal berdasarkan data traffic counting. Jika diperlukan, akan diterapkan one way lokal secara bertahap dari KM 414 menuju KM 70.

Skema tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, penerapan kemungkinan dilakukan hingga KM 263 atau kawasan Pejagan. Apabila volume kendaraan masih tinggi, maka sistem akan diperluas hingga KM 70.

Selain itu, untuk mengantisipasi potensi penyempitan jalur di sekitar KM 70, petugas juga menyiapkan contraflow di beberapa segmen, seperti dari KM 70 hingga KM 55 atau bahkan hingga KM 36. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang dipantau secara real-time.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Kakorlantas berharap arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama antara pengguna jalan dan aparat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan selama periode Lebaran.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah secara umum berada dalam situasi yang terkendali. Baik jalur tol maupun jalan arteri terpantau masih dapat dikelola dengan baik meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik.

Dalam keterangannya, Kakorlantas terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat. Ia kemudian menjelaskan bahwa dinamika lalu lintas pada hari H Lebaran masih dalam batas wajar dan dapat diantisipasi secara optimal oleh petugas di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi lonjakan kendaraan pada pukul 11.00 WIB di ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya pada segmen KM 57 hingga KM 70. Kondisi tersebut segera direspons dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow guna menjaga kelancaran arus menuju jalur Trans Jawa.

Menurutnya, langkah tersebut terbukti efektif dalam mengurai kepadatan sehingga arus kendaraan tetap bergerak. Ia menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas dilakukan secara cepat dan responsif berdasarkan kondisi lapangan.

Selain itu, Kakorlantas juga memaparkan distribusi kendaraan selama arus mudik. Sekitar 66 persen kendaraan tercatat bergerak menuju jalur Trans Jawa, sementara sekitar 33 persen lainnya mengarah ke wilayah Jawa Barat. Data ini menjadi dasar dalam menyusun strategi pengelolaan arus balik yang diperkirakan akan mengalami lonjakan serupa.

Untuk wilayah Jawa Barat, ia menyoroti pentingnya keberadaan jalur alternatif seperti Tol Japek II Selatan. Jalur ini dinilai mampu menjadi solusi strategis dalam mengurangi beban kepadatan, bahkan telah melalui tahap uji coba dan akan difungsikan secara maksimal saat puncak arus balik.

Sementara itu, pengelolaan lalu lintas di jalur Trans Jawa akan dilakukan dengan pengawasan yang lebih intensif. Hal ini mengingat tingginya jumlah kendaraan yang melintas di koridor tersebut selama periode Lebaran.

Kakorlantas juga mengingatkan adanya potensi peningkatan mobilitas masyarakat dalam skala aglomerasi atau pergerakan jarak dekat antarwilayah. Aktivitas ini diprediksi meningkat pasca-Lebaran, terutama di kawasan Jabodetabek, Solo Raya, Semarang, hingga wilayah Jawa Timur dan Bali.

Menurutnya, aglomerasi berpotensi menimbulkan kepadatan di berbagai titik, termasuk kawasan wisata. Oleh karena itu, seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

Pengamanan juga difokuskan pada destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan. Pengelolaan lalu lintas di kawasan ini meliputi pengaturan arus kendaraan, penyediaan kantong parkir, hingga penertiban parkir liar yang dapat menghambat kelancaran.

Di sisi lain, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran dilaporkan tetap kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Dari aspek keselamatan, terjadi tren positif yang cukup signifikan. Data menunjukkan bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan hingga 27 persen. Sementara jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sekitar 3,5 persen.

Capaian tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang telah dilakukan. Kakorlantas menegaskan bahwa tren positif ini akan terus dipertahankan hingga periode arus balik.

Terkait arus balik, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way. Rencananya, pada 23 Maret akan dilakukan pengelolaan awal berdasarkan data traffic counting. Jika diperlukan, akan diterapkan one way lokal secara bertahap dari KM 414 menuju KM 70.

Skema tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, penerapan kemungkinan dilakukan hingga KM 263 atau kawasan Pejagan. Apabila volume kendaraan masih tinggi, maka sistem akan diperluas hingga KM 70.

Selain itu, untuk mengantisipasi potensi penyempitan jalur di sekitar KM 70, petugas juga menyiapkan contraflow di beberapa segmen, seperti dari KM 70 hingga KM 55 atau bahkan hingga KM 36. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang dipantau secara real-time.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Kakorlantas berharap arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama antara pengguna jalan dan aparat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan selama periode Lebaran.

Previous Post

Korlantas Tutup One Way Nasional, Fokus Beralih ke Pengamanan Lebaran

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Buka Lomba Orasi, Kapolri: Komitmen Polri Junjung Tinggi HAM dan Nilai Demokrasi

Buka Lomba Orasi, Kapolri: Komitmen Polri Junjung Tinggi HAM dan Nilai Demokrasi

10 Desember 2021
6 Pemotretan Anak Bungsu dengan 3 Kakak Laki-Lakinya di Hari Pernikahan, Kocak

6 Pemotretan Anak Bungsu dengan 3 Kakak Laki-Lakinya di Hari Pernikahan, Kocak

4 Januari 2021
PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli 2021

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli 2021

17 Juli 2021

Berita Lainnya

Polri Dalami Penyerang Mabes Polri Alasan di DO Dari Universitas

Polri Dalami Penyerang Mabes Polri Alasan di DO Dari Universitas

5 April 2021

Kronologi Nadin Amizah Jadi Korban Begal Payudara di Bandung

25 September 2023

6 Tulisan Selamat Datang Ini Nyeleneh, Bikin Ngakak

11 Januari 2021

Viral, Pintu Lemari Wanita Ini Tiba-Tiba Terbuka saat Live TikTok Pukul 2 Pagi

5 Januari 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz