NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Mewujudkan Kota Manusiawi: Saat Pejalan Kaki dan Pesepeda Kembali Jadi Prioritas

Salma Hasna by Salma Hasna
13 Mei 2026
in Beranda, Berita
0
Mewujudkan Kota Manusiawi: Saat Pejalan Kaki dan Pesepeda Kembali Jadi Prioritas
0
SHARES
2
VIEWS

JAKARTA — Selama bertahun-tahun, paradigma pembangunan lalu lintas di berbagai kota sering kali terjebak pada fokus terhadap kendaraan bermotor. Jalan diperlebar demi mobil, arus dipercepat demi efisiensi mesin, namun ruang publik secara perlahan kehilangan sisi manusianya. Akibatnya, pejalan kaki tersisih dan kelompok rentan harus berjuang ekstra di tengah kerasnya arus lalu lintas.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., memandang fenomena ini sebagai tantangan besar dalam membangun peradaban jalan di Indonesia. Baginya, lalu lintas bukan sekadar urusan teknis kendaraan bergerak, melainkan cara negara memastikan hak atas rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Jalan bukan hanya milik kendaraan, tapi milik seluruh masyarakat,” tegas Irjen Agus dalam visinya membangun sistem lalu lintas yang lebih manusiawi.

Keadilan Ruang: Pejalan Kaki, Pesepeda, dan Pengendara

Transformasi yang diusung Korlantas Polri kini mulai bergeser ke arah human-centered traffic atau lalu lintas yang berorientasi pada manusia. Hal ini didasari kesadaran bahwa kota modern tidak hanya diukur dari panjang jalan tol, tetapi dari sejauh mana warganya merasa aman dan dihargai saat menggunakan ruang publik.

Keadilan di jalan raya berarti memastikan tidak ada kelompok yang mendominasi secara absolut. Trotoar bagi pejalan kaki harus bebas hambatan, pesepeda memiliki ruang yang layak, dan kelompok rentan seperti lansia serta anak-anak mendapatkan perlindungan setara. Irjen Agus menekankan bahwa lalu lintas adalah urat nadi bangsa; jika ruang jalan aman bagi semua, maka kualitas kehidupan sosial masyarakat akan meningkat secara otomatis.

Polantas Sebagai Penjaga Keseimbangan

Di tengah dinamika kota yang padat, polisi lalu lintas tidak lagi hanya berperan sebagai pengatur arus atau penindak pelanggaran. Polantas kini hadir sebagai mediator sosial yang menjaga keseimbangan hak antar pengguna jalan. Melalui pendekatan berbasis data yang presisi dan pelayanan humanis, setiap kebijakan diarahkan untuk menjaga agar kehidupan sosial di jalan tetap seimbang dan inklusif.

Irjen Agus meyakini bahwa kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat merasa dilindungi dan diperlakukan secara adil di jalan raya. Transformasi ini sangat krusial untuk membangun budaya tertib jangka panjang yang tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari rasa saling menghormati antar sesama manusia.

Menuju Peradaban Jalan yang Beradab

Pada akhirnya, jalan raya adalah miniatur peradaban sebuah bangsa. Cara masyarakat berbagi ruang jalan menunjukkan kedalaman empati dan disiplin sosial mereka. Pembangunan infrastruktur modern harus berjalan beriringan dengan visi kemanusiaan—menempatkan keselamatan di atas ego kendaraan.

Visi “Jalan untuk Semua” ini menjadi komitmen Korlantas Polri untuk memastikan bahwa setiap orang—apa pun moda transportasinya—memiliki hak dasar yang sama: pulang dengan selamat. Ketika jalan mulai menjadi ruang yang lebih manusiawi, di situlah kualitas sejati sebuah bangsa mulai terlihat.

Previous Post

Mengenal 4 Personel Code of Ashes, Representasi Modernitas dan Emosi Musik Metal

Next Post

Transformasi Humanis Polantas: Membangun Budaya Berlalulintas Lewat Rasa Hormat

Next Post
Transformasi Humanis Polantas: Membangun Budaya Berlalulintas Lewat Rasa Hormat

Transformasi Humanis Polantas: Membangun Budaya Berlalulintas Lewat Rasa Hormat

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Cristiano Ronaldo dan Al Nassr Hadapi Tantangan Al Hazem di Babak 32 Besar King Cup 2024-2025

Cristiano Ronaldo dan Al Nassr Hadapi Tantangan Al Hazem di Babak 32 Besar King Cup 2024-2025

24 September 2024
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Rangkul Ojol Jambi Jadi Sahabat

24 Februari 2026
Kemenag Akan Gelar Rukyatulhilal Awal Zulhijah 1446 H di 114 Titik pada 27 Mei 2025

Kemenag Akan Gelar Rukyatulhilal Awal Zulhijah 1446 H di 114 Titik pada 27 Mei 2025

22 Mei 2025

Berita Lainnya

TNI-Polri Siap Siaga Penanggulangan Bencana Alam di Palopo

TNI-Polri Siap Siaga Penanggulangan Bencana Alam di Palopo

23 November 2021

Meisya Siregar Menceritakan Momen Saat Bertemu Dengan Ben Kasyafani. Ia Pun Jadi Teringat Momen Saat Harus Menggunakan Dress Ketat Dan Pendek Ketika Menjadi Host Program Gosip.

14 Januari 2022

Mengejutkan! Diva Krisdayanti Siap Wakili Indonesia di Kejuaraan Wushu Internasional China

15 Oktober 2025

Cristiano Ronaldo Cetak Gol, Tunjukkan Aksi Dermawan ke Sadio Mane di Kemenangan Al Nassr atas Al Wehda

26 Februari 2025
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz