NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Kamis, Maret 5, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Polri Didorong Manfaatkan Agentic AI untuk Perkuat Informasi Publik

Salma Hasna by Salma Hasna
25 Agustus 2025
in Beranda, Berita
0
Polri Didorong Manfaatkan Agentic AI untuk Perkuat Informasi Publik

Polri Didorong Manfaatkan Agentic AI untuk Perkuat Informasi Publik

0
SHARES
21
VIEWS

Jakarta – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan kini memasuki era Agentic Artificial Intelligence (A-AI), yaitu AI yang bersifat otonom. Isu ini menjadi pembahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Agentic AI yang digelar di Ruang Kelas Tekadku Pengabdian Terbaik, Graha Tanoto STIK, pada Senin (25/8/2025).

Acara ini menghadirkan Iwan Gustopo Utomo, CEO PT QuDo Buana Nawakara, sebagai narasumber utama. Ia memaparkan bagaimana perkembangan AI tidak hanya berhenti pada sekadar assistance, tetapi kini telah berkembang menjadi agen cerdas yang mampu mengotomasi berbagai pekerjaan, termasuk dalam bidang kepolisian dan komunikasi publik.

Tantangan Perubahan Informasi di Era Digital

Dalam paparannya, Iwan Gustopo Utomo menegaskan bahwa hadirnya Agentic AI membawa dampak signifikan pada cara masyarakat mengakses, memverifikasi, dan menyebarkan informasi.

“Ini adalah sebuah tantangan. Ketika isu masyarakat berubah, informasi itu berganti dengan cepat, Polri harus mampu mengikutinya. Dalam waktu singkat, informasi harus diterima dengan tepat. Untuk itu diperlukan sinergi tenaga ahli agar knowledge bisa digabungkan,” jelasnya.

Menurut Iwan Gustopo Utomo, Polri tidak cukup hanya berfokus pada kuantitas informasi, melainkan harus menekankan pada kualitas serta originalitas. “Di sinilah peran AI, untuk membantu menyaring, mengelola, sekaligus memperkuat data menjadi pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Inovasi AI: Renjani dan Produksi Konten Otomatis

Iwan Gustopo Utomo juga memperkenalkan Renjani, sebuah influence AI yang mampu memproduksi konten secara otomatis berbasis kecerdasan buatan. Tak hanya itu, ia juga menampilkan contoh produk AI berupa karya musik yang telah ditonton lebih dari 23 ribu kali di platform digital.

Data tahun 2024 menunjukkan tren pergeseran: AI kini bukan hanya dipakai untuk konsumsi informasi, tetapi juga sebagai produsen konten. Bahkan, setiap menit terdapat lebih dari 347 ribu konten yang diproduksi. Fenomena ini membuat masyarakat yang sebelumnya hanya pembaca, kini beralih menjadi produsen informasi.

Polri dan Pemanfaatan Agentic AI

Dalam konteks kepolisian, Iwan Gustopo Utomo menyampaikan bahwa pemanfaatan Agentic AI dapat diintegrasikan dengan sistem data internal setiap satuan kerja (satker). Dengan begitu, data masing-masing anggota dapat diproses menjadi user memory, sehingga setiap interaksi dengan AI bersifat personal, relevan, dan minim bias.

“Penggunaan ChatGPT sudah ada user memory. Tantangannya, bagaimana data yang digunakan tidak statis, tapi benar-benar menjadi ilmu yang bisa diotomasi menjadi Agentic AI,” kata Iwan Gustopo Utomo.

Ia menambahkan, dalam sistem yang dikembangkan, anggota Polri dapat berdiskusi dengan tenaga ahli virtual, agen AI, hingga agen satker. Data setiap satker akan dikloning sehingga menjadi knowledge base yang bisa diakses kapan saja. Fitur ini juga mendukung pendidikan dan pelatihan anggota Polri untuk memperdalam ilmu kepolisian berbasis ekosistem digital.

Menuju Ekosistem Digital Polri

Iwan Gustopo Utomo menutup paparannya dengan menekankan pentingnya arah pengembangan ekosistem digital Polri di era AI. Menurutnya, penggunaan Agentic AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga strategi menjaga kualitas informasi, keaslian data, serta relevansi pengetahuan bagi kepentingan publik.

“Pertanyaannya, ekosistem digital Polri akan dibawa ke mana—apakah hanya sebagai pengguna atau sekaligus sebagai penggerak yang terlibat langsung. Di sinilah Agentic AI bisa memainkan peran strategis,” pungkasnya.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan Polri dan para pemangku kepentingan semakin siap menghadapi era baru teknologi kecerdasan buatan yang otonom, sehingga mampu memperkuat kecepatan, akurasi, dan kualitas informasi di ruang publik.

Tags: Agentic AI untuk Polri
Previous Post

Video Viral Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara? Ini Klarifikasi Kemenkeu

Next Post

Brigjen Pol. Trunoyudo Ajak Polri Waspadai Risiko Deepfake dan Algoritma AI

Next Post
Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. (Karo Penmas)

Brigjen Pol. Trunoyudo Ajak Polri Waspadai Risiko Deepfake dan Algoritma AI

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Ditpolairud Polda Kalteng Ingatkan ABK Kapal Tak Abaikan Prokes

Tokoh Agama Dan Warga Kecamatan Paseh Menerima Baksos Akabri Angkatan 1996 Dimasa PPKM

3 Oktober 2021
Jelang Hari Jadi Polwan Ke-73, Polwan Polda Kalteng Lomba Olah TKP

Jelang Hari Jadi Polwan Ke-73, Polwan Polda Kalteng Lomba Olah TKP

31 Agustus 2021

What It Means To Have A Creative Personality

10 November 2020

Berita Lainnya

Stockholm Syndrome di Balik Bapernya Netizen Soroti Pelukan Sambo-Putri

Stockholm Syndrome di Balik Bapernya Netizen Soroti Pelukan Sambo-Putri

2 September 2022

53 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 Ingin Melancarkan Teror di Peringatan HUT RI

21 Agustus 2021

Kesibukan Ilham Rio Fahmi: Dari Piala Asia U-23 Hingga Playoff Olimpiade 2024

27 Juni 2024

Polri Buka Saluran Pengaduan Penanganan Pinjol Ilegal

26 Oktober 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz