NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Pergeseran Paradigma Polantas: Menempatkan Empati sebagai Pusat Pelayanan Publik

Salma Hasna by Salma Hasna
22 April 2026
in Beranda, Berita
0
Pergeseran Paradigma Polantas: Menempatkan Empati sebagai Pusat Pelayanan Publik
0
SHARES
2
VIEWS

JAKARTA — Polisi Lalu Lintas (Polantas) kini tengah mengalami perubahan paradigma yang fundamental. Wajah lama yang cenderung otoritatif kini bergeser menjadi pendekatan yang lebih humanis dalam menjalankan tugas di lapangan. Jika dahulu keberadaan Polantas identik dengan simbol kewenangan melalui peluit dan penindakan, kini mereka hadir sebagai mitra yang membangun hubungan dekat berbasis kepercayaan dengan masyarakat.

Perubahan ini krusial karena di era modern, kualitas institusi publik diukur dari manfaat nyata dan rasa aman yang dirasakan warga. Jalan raya bukan sekadar lintasan aspal, melainkan ruang sosial dengan dinamika emosional yang tinggi, di mana pendekatan humanis terbukti lebih efektif dibandingkan sekadar pendekatan komando.

Salah satu instrumen utama transformasi ini adalah program “Polantas Menyapa”. Program ini menandai pergeseran dari tindakan menghentikan kendaraan menjadi ajakan berdialog. Di Bali, hal ini diwujudkan dengan merangkul komunitas bengkel di kawasan Besakih untuk memberikan edukasi keselamatan. Sementara di Kalimantan Selatan, kolaborasi dengan komunitas ojek online mengubah persepsi bahwa polisi adalah rekan seperjuangan para pekerja jalanan dalam menjaga keselamatan.

Konsep “Trusted Companion” atau teman seperjalanan yang dapat diandalkan kini menjadi ruh baru dalam setiap interaksi. Polisi hadir untuk membantu pengendara yang mengalami kendala teknis, memberikan arahan, hingga mengurai kemacetan dengan pendekatan yang komunikatif dan responsif.

Korlantas Polri menekankan bahwa pendekatan humanis bukan berarti melunak terhadap pelanggaran. Sebaliknya, ini adalah tentang menempatkan manusia sebagai pusat pelayanan. Ketegasan yang dibalut dengan empati jauh lebih mudah diterima dan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat secara sukarela dibandingkan rasa takut.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.H., menegaskan visi ini dengan lugas: “Kami ingin dikenal bukan karena ditakuti, tapi karena dirasakan manfaatnya.” Pernyataan ini mencerminkan orientasi baru Polri dari kekuasaan menuju pelayanan prima.

Transformasi ini bukan sekadar mengubah cara kerja di lapangan, melainkan membangun kembali fondasi kepercayaan publik terhadap negara. Dengan menjadi sahabat di jalan, Polantas sedang menanam investasi besar untuk terciptanya ketertiban lalu lintas yang lahir dari kesadaran bersama.

Previous Post

Polantas Jadi Garda Terdepan Keselamatan Meski Arus Mudik Berakhir

Next Post

Keselamatan Tanpa Rasa Takut: Visi Humanis Kakorlantas Polri di Ruang Publik

Next Post
Keselamatan Tanpa Rasa Takut: Visi Humanis Kakorlantas Polri di Ruang Publik

Keselamatan Tanpa Rasa Takut: Visi Humanis Kakorlantas Polri di Ruang Publik

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Inspiratif! Happy Salma Sukses Perankan Inggit Garnasih Istri Kedua Soekarno

Inspiratif! Happy Salma Sukses Perankan Inggit Garnasih Istri Kedua Soekarno

20 Mei 2022
Viral Kucing Makan Disuapi Bak Manusia, Bikin Heran Warganet

Viral Kucing Makan Disuapi Bak Manusia, Bikin Heran Warganet

6 Januari 2021
G-Dragon Siap Guncang Jakarta dalam Tur Dunia

G-Dragon Siap Guncang Jakarta dalam Tur Dunia “Übermensch” Juli 2025

18 Juni 2025

Berita Lainnya

6 Potret Barang Jadi Gorengan Ini Nyeleneh Banget

6 Potret Barang Jadi Gorengan Ini Nyeleneh Banget

5 Januari 2021

Operasi Lilin 2025 Efektif Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

3 Januari 2026

Polri Kirim 100 Anggota Revaco untuk Bantu Tenaga Medis PON XX Papua

26 September 2021

Proses Naturalisasi Jay Idzes ke Timnas Indonesia, Asuhan Shin Tae-yong jadi Sorotan di Media Malaysia

3 Oktober 2023
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz