NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Keadilan di Atas Aspal: Mengapa Tertib Lalu Lintas Adalah Keadilan Sosial?

Salma Hasna by Salma Hasna
30 April 2026
in Beranda, Berita
0
Keadilan di Atas Aspal: Mengapa Tertib Lalu Lintas Adalah Keadilan Sosial?
0
SHARES
2
VIEWS

JAKARTA — Jalan raya sering kali disalahpahami sekadar sebagai ruang fisik yang dipenuhi aspal, marka, dan kendaraan. Padahal, jalan adalah ruang sosial paling dinamis tempat jutaan orang berinteraksi setiap hari. Di sana, tersimpan hak, kewajiban, kepentingan, dan potensi konflik yang menuntut pengaturan agar setiap orang mendapatkan ruang yang setara.

Trong konteks inilah, ketertiban lalu lintas bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk keadilan sosial. Ketika seseorang melanggar aturan—seperti melawan arus atau mengambil hak pejalan kaki—yang terganggu bukan hanya kelancaran arus, tetapi rasa keadilan masyarakat.

Keadilan dalam Setiap Aturan

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., berulang kali menekankan bahwa pelayanan lalu lintas harus berpijak pada prinsip keadilan. Aturan seperti lampu merah, zebra cross, dan marka jalan bukanlah sekadar larangan, melainkan mekanisme berbagi ruang yang adil.

“Di jalan, semua setara—dan itu yang kami jaga,” tegas Irjen Agus. Prinsip kesetaraan ini menegaskan bahwa tidak ada pengguna jalan yang lebih berhak karena status sosial, ukuran kendaraan, atau posisi tertentu. Truk besar, mobil mewah, hingga pejalan kaki memiliki hak yang sama untuk merasa aman.

Polantas sebagai Penjaga Fairness

Di lapangan, menjaga keadilan bukanlah tugas yang mudah. Petugas harus menghadapi budaya saling serobot dan egoisme jalanan yang masih kental. Untuk itu, Korlantas Polri menerapkan pendekatan humanis namun tegas. Seperti yang dilakukan oleh Satlantas Polres Tabalong, Kalimantan Selatan, pendekatan edukatif melalui dialog dan spanduk tertib lalu lintas terbukti efektif membangun kesadaran kolektif daripada sekadar razia formal.

Pendekatan ini menempatkan Polantas bukan lagi sebagai sosok otoriter, melainkan sebagai “penjaga kesadaran” yang membantu masyarakat memahami alasan di balik sebuah aturan. Ketika edukasi dilakukan secara konsisten, kepatuhan pun tidak lagi lahir dari rasa takut ditilang, melainkan dari rasa tanggung jawab terhadap sesama pengguna jalan.

Jalan Raya Sebagai Cermin Peradaban

Budaya berlalu lintas merupakan cermin watak suatu bangsa. Negara yang tertib terlihat dari kepatuhan warga meski tanpa pengawasan aparat. Tugas Polantas saat ini jauh lebih besar: mereka menjadi pendidik karakter publik di garda terdepan. Setiap teguran sopan, setiap bantuan bagi pengendara yang kesulitan, dan setiap tindakan adil di lapangan adalah bagian dari pendidikan sosial yang membentuk martabat bangsa.

Ke depan, tantangan menjaga keadilan di jalan akan semakin kompleks dengan meningkatnya volume kendaraan. Namun, dengan integritas yang kuat dan pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan, Polantas optimis dapat menjaga jalan raya tetap menjadi ruang sosial yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada akhirnya, ketertiban lalu lintas adalah cara sebuah bangsa menghormati kesetaraan dan hak warganya. Karena jalan raya yang tertib adalah jalan raya yang paling beradab.

Previous Post

Perubahan Wajah Pelayanan: Dari Sekadar Terlihat di Jalan Menjadi Dirasakan Manfaatnya

Next Post

Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: 14 Orang Meninggal, 84 Luka-luka

Next Post
Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: 14 Orang Meninggal, 84 Luka-luka

Update Kecelakaan Kereta di Bekasi: 14 Orang Meninggal, 84 Luka-luka

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Innalillahi, Kabar Duka Sang Ibu Dari Astri Ivo

Innalillahi, Kabar Duka Sang Ibu Dari Astri Ivo

23 Mei 2022
Komnas HAM Ungkap Belum Cek Rumah Irjen Sambo, TKP Penembakan Brigadir J

Komnas HAM Ungkap Belum Cek Rumah Irjen Sambo, TKP Penembakan Brigadir J

26 Juli 2022
PT Qudo Buana Nawakara Raih ISO 9001:2015 dan Luncurkan SILANCAR, Solusi Patroli Digital untuk Korlantas Polri

PT Qudo Buana Nawakara Raih ISO 9001:2015 dan Luncurkan SILANCAR, Solusi Patroli Digital untuk Korlantas Polri

13 Juni 2025

Berita Lainnya

Hari Diwali 21 Oktober 2025

Penting! Apakah Hari Diwali 21 Oktober 2025 Tanggal Merah? Simak Jadwal Libur Resmi Indonesia

20 Oktober 2025

Raih Keuntungan Berlipat Dengan Kode Voucher Shopee 12.12 Desember 2024 

12 Desember 2024

Paulo Fonseca Geram, AC Milan Gagal Dapat Penalti dalam Kekalahan dari Leverkusen

2 Oktober 2024

Jelang HUT BHAYANGKARA, 16 BHABINKAMTIBMAS Meriahkan dengan Lomba

28 Mei 2021
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz