JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum, melakukan pemantauan langsung di Pos Pantau Gadog, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk evaluasi dan perencanaan skema lalu lintas menjelang puncak arus balik pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) terutama di kawasan wisata Puncak yang diprediksi terjadi pada akhir pekan.
Irjen Agus menyampaikan bahwa meskipun Operasi Lilin pengamanan Nataru 2026 secara resmi berakhir pukul 00.00 WIB pada hari Jumat, pengamanan oleh Mabes Polri tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
“Tadi pukul 15.00 saya memimpin apel KRYD. Operasi Lilin memang selesai, tetapi Mabes Polri tetap melaksanakan KRYD. Hari ini saya cek langsung ke Pos Gadog dan mendapat pemaparan bahwa rangkaian pengamanan Nataru berjalan cukup terkendali,” ujarnya.
Dalam pengelolaan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak, Korlantas Polri beserta jajaran memberlakukan beragam rekayasa lalu lintas. Skema tersebut meliputi sistem alih arus dan penerapan one way lokal.
“Yang paling signifikan adalah one way lokal di wilayah wisata. Pagi hari arus diarahkan ke atas, sore hari menuju ke bawah. Ini efektif mengelola kepadatan,” jelas Irjen Agus.
Berdasarkan hasil evaluasi, puncak arus kendaraan menuju Puncak terjadi pada tanggal 20 Desember dengan volume 32.510 kendaraan dan 27 Desember sebanyak 32.267 kendaraan. Sedangkan arus balik dari Puncak tercatat lebih tinggi, yakni pada 21 Desember dengan 33.690 kendaraan dan 27 Desember sebanyak 32.667 kendaraan.
“Ini menjadi evaluasi agar ke depan konsentrasi pengamanan difokuskan pada akhir pekan,” tambahnya.
Meski terjadi peningkatan jumlah wisatawan dan okupansi hotel di kawasan Puncak, Irjen Agus memastikan lalu lintas tetap terkendali tanpa kemacetan panjang.
“Ada peningkatan kunjungan dan okupasi hotel, tetapi tidak terjadi kemacetan. Kepadatan bisa dikelola dengan rekayasa lalu lintas seperti alih arus dan one way. Ini solusi yang bagus,” tutup Kakorlantas Polri tersebut.





