NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Selasa, Januari 13, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Berita

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

Salma Hasna by Salma Hasna
12 Januari 2026
in Berita, Entertainment
0
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Alarm Bagi Orang Tua Soal Child Grooming

0
SHARES
4
VIEWS

JAKARTA – Keberanian aktris Aurelie Moeremans mengungkap luka lama melalui buku ‘Broken Strings’ telah memicu gerakan kesadaran nasional mengenai bahaya laten child grooming. Melalui memoar tersebut, Aurelie membagikan bagaimana dirinya menjadi korban di usia yang sangat belia, yakni 15 tahun, sebuah masa di mana pelakunya menggunakan pendekatan yang sangat halus untuk masuk ke dalam kehidupan pribadinya.

Fenomena ini menyadarkan banyak pihak bahwa grooming bukan sekadar perkenalan, melainkan skenario terstruktur untuk mengeksploitasi anak. Psikolog klinis Arnold Lukito menjelaskan bahwa esensi dari grooming adalah adanya interaksi dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan membangun kontrol terhadap korban.

“Proses grooming ini kita spesifik mengacu kalau ada sebuah periode waktu di mana ada interaksi, ini bisa orang yang dikenal, bisa orang yang tidak dikenal. Lalu ada proses manipulasi misalnya dengan memberikan hadiah atau ajak jalan-jalan seperti itu, lama-lama kan mulai ada kontrol,” jelas Arnold.

Pola Perilaku yang Harus Diwaspadai

Berdasarkan literatur perlindungan anak dari NSPCC dan Raising Children Network, terdapat pola-pola konsisten yang sering digunakan oleh para pelaku child grooming untuk menjerat korbannya:

  1. Pemberian Privilese Khusus: Pelaku membuat anak merasa paling diperhatikan dibandingkan teman sebaya lainnya melalui pujian atau hadiah mewah.
  2. Hasutan untuk Tidak Percaya Orang Tua: Pelaku perlahan-lahan mengisolasi anak dengan cara menanamkan keraguan terhadap kasih sayang keluarga agar anak hanya bergantung pada pelaku.
  3. Eksperimen Batasan Fisik: Pelaku secara bertahap meningkatkan kontak fisik dari yang semula dianggap wajar menjadi tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
  4. Doktrin Rahasia: Penggunaan kalimat “Ini rahasia kita saja ya” adalah taktik utama untuk mencegah anak melapor dan menciptakan loyalitas semu.
  5. Kontrol melalui Materi: Penggunaan uang atau barang elektronik sebagai alat utang budi sehingga anak merasa takut atau merasa bersalah jika menolak permintaan pelaku.

Dampak Traumatis yang Berkepanjangan

Senada dengan Arnold, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi memperingatkan bahwa efek dari manipulasi ini sangat merusak perkembangan mental. Trauma tersebut seringkali bersifat laten, di mana korban baru menyadari dan merasakan dampaknya setelah memasuki usia dewasa.

“Anak dapat mengalami kebingungan, hingga trauma yang mungkin baru mulai muncul ketika sudah dewasa,” papar Sari.

Kisah dalam ‘Broken Strings’ adalah pengingat bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak adalah benteng pertahanan utama. Anak perlu diajarkan mengenai otoritas atas tubuhnya sendiri sejak dini.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menyediakan kanal bantuan SAPA 129. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan kecurigaan atau kasus kekerasan seksual melalui hotline 129 atau WhatsApp di nomor 081111129129. Kesadaran kolektif adalah kunci agar tidak ada lagi “Strings” atau senar-senar masa depan anak bangsa yang harus patah akibat ulah predator.

Previous Post

Komika Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Terkait Konten Mens Rea

Next Post

Kakorlantas Jelaskan Inovasi E-TLE Drone dalam Pengawasan Lalu Lintas Nasional

Next Post
Kakorlantas Polri

Kakorlantas Jelaskan Inovasi E-TLE Drone dalam Pengawasan Lalu Lintas Nasional

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Premanisme

Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Premanisme

11 Juni 2021
Profil Didit Hediprasetyo Anak Prabowo Subianto

Profil Didit Hediprasetyo Anak Prabowo Subianto

16 Februari 2024
Pengamanan Nataru, Polda Jawa Timur  Turunkan Ribuan Personel Giat  Operasi Lilin Semeru 2021

Pengamanan Nataru, Polda Jawa Timur Turunkan Ribuan Personel Giat Operasi Lilin Semeru 2021

19 Desember 2021

Berita Lainnya

Krisdayanti Rebut Medali Perak di Kejuaraan Dunia Wushu 2025

Luar Biasa! Krisdayanti Rebut Medali Perak di Kejuaraan Dunia Wushu 2025

20 Oktober 2025

Jelang HUT Brimob Ke-76, Satbrimob Polda Kepri Gelar Bakti Sosial dan Vaksinasi

7 November 2021

Polri Akui Perlu Peran Semua Pihak Berantas Mafia Pelabuhan

13 November 2021

Wajah Google Doodle Hari ini Bertemakan Danau Toba, Apa Artinya?

31 Agustus 2023
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz