NyenyerNetizen
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
Rabu, Mei 6, 2026
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita
No Result
View All Result
NyenyerNetizen
No Result
View All Result
Home Beranda

Dari Pengendara Menjadi Pelopor: Peran Komunitas dalam Keselamatan Jalan

Salma Hasna by Salma Hasna
6 Mei 2026
in Beranda, Berita
0
Dari Pengendara Menjadi Pelopor: Peran Komunitas dalam Keselamatan Jalan

Dari Pengendara Menjadi Pelopor: Peran Komunitas dalam Keselamatan Jalan

0
SHARES
2
VIEWS

JAKARTA — Ada satu perubahan penting yang perlahan mengubah wajah lalu lintas di Indonesia. Jika sebelumnya keselamatan di jalan dipandang sebagai tanggung jawab penuh aparat kepolisian, kini peran tersebut mulai bergeser. Masyarakat, terutama dari kelompok dan komunitas pengguna jalan, ikut mengambil bagian sebagai aktor aktif.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., sejak awal menegaskan bahwa pendekatan keselamatan tidak bisa lagi berjalan satu arah. Ia terus mendorong keterlibatan publik sebagai bagian dari strategi besar untuk menekan angka kecelakaan.

“Keselamatan di jalan tidak bisa dijaga sendiri oleh Polantas. Harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Irjen Agus dalam berbagai kesempatan.

Pendekatan berbasis data yang presisi serta pelayanan humanis menjadi fondasi Polantas. Namun dalam praktiknya, strategi ini menjalar lebih jauh ke ruang sosial melalui pemberdayaan komunitas.

Komunitas Motor dan Ojek Online sebagai Agen Perubahan

Komunitas pengguna jalan saat ini tidak lagi sekadar menjadi objek penertiban, melainkan bagian dari solusi. Komunitas motor hingga ojek online memainkan peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Di Kediri Kota, misalnya, Satlantas Polres Kediri Kota secara aktif menggelar edukasi safety riding kepada komunitas Kingshter. Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi satu arah, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Anggota komunitas diajak memahami risiko di jalan sekaligus menjadi contoh teladan bagi pengendara lain.

Pendekatan serupa juga digencarkan di Bengkulu. Satlantas Polres Bengkulu menginisiasi berbagai program berbasis masyarakat yang menyasar komunitas lokal melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif.

Edukasi Efektif Melalui Pendekatan Emosional

Pesan yang disampaikan oleh sesama anggota komunitas cenderung lebih mudah diterima daripada imbauan formal semata. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Korlantas melalui program seperti Polantas Menyapa. Melalui “sentuhan lembut”, petugas membangun trust (kepercayaan) dan membentuk figur duta keselamatan di berbagai daerah.

Denyut perubahan ini menciptakan efek domino (domino effect). Komunitas yang telah mendapatkan edukasi mulai menerapkan disiplin berkendara dan menggunakan perlengkapan keselamatan standar. Secara tidak langsung, kebiasaan ini menular ke lingkungan sosial di sekitarnya.

Apa yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas sedang memasuki fase co-creation. Polantas dan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bekerja bersama menciptakan sistem yang aman.

Pergeseran ini sangat penting, dari yang sebelumnya kepatuhan dipaksakan menjadi kesadaran yang tumbuh dari kebutuhan. Pada akhirnya, jalan yang aman adalah cerminan dari masyarakat yang saling menjaga.

Previous Post

Ketika Keselamatan Jadi Gerakan: Dari Polantas untuk Semua

Next Post

Korlantas Polri Fokus Edukasi Generasi Muda untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Next Post
Korlantas Polri Fokus Edukasi Generasi Muda untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Korlantas Polri Fokus Edukasi Generasi Muda untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terpopuler

Efek Seseorang Kena Bullying

Efek Seseorang Kena Bullying

26 Februari 2024
Seni-mural-Tidak-Melulu-Perlawanan-Tapi-Ekspresi-Identitas-Persatuan-Kebanggaan-dan-Kebersamaan

Seni mural Tidak Melulu Perlawanan Tapi Ekspresi Identitas, Persatuan, Kebanggaan dan Kebersamaan

26 Oktober 2021
Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Aksi Unjuk Rasa di Pati, 13 Agustus 2025

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Aksi Unjuk Rasa di Pati, 13 Agustus 2025

13 Agustus 2025

Berita Lainnya

Thom Haye Ungkap Hubungan dengan Shin Tae-yong dan Tantangan Komunikasi di Timnas Indonesia

Thom Haye Ungkap Hubungan dengan Shin Tae-yong dan Tantangan Komunikasi di Timnas Indonesia

7 Januari 2025

Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen, Polisi Temukan Surat Rawat Jalan

26 Januari 2026

Digerebek Polisi, Ini 3 Fakta Jagal Kucing yang Viral di Media Sosial

1 Februari 2021

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Waspada, Seri 1-1 Realistis Hadapi Arab Saudi

8 Oktober 2025
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Citizen Journalism
© Copyright Netizenwatch Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Kehidupan
  • Berita
  • Ruang Maya
  • Realitas Negeri
  • Opini Kita

wpDiscuz